26 November 2012

Leuwi Panjang Bukan Khayalan


       Mendengar nama Leuwi Panjang mungkin kita akan teringat pada sebuah terminal yang berada di daerah tengah Kota Bandung.
       Sebenarnya bukan hanya terminal saja yang ada di daerah tersebut, melainkan banyak terdapat makna yang terkandung atau terdapat dalam kedua kata Leuwi dan Panjang, dan hal itu perlu kita ungkap.
       Kata Leuwi dalam bahasa Sunda memiliki arti bagian sungai yang dalam atau ujung sungai, dan Panjang yang memiliki artian panjang.
       Mungkin dari penjelasan diatas orang banyak pun bisa menilai apa arti dari Leuwi Panjang.
       Tapi sekarang nyatanya keindahan atau sisa-sisa dari Leuwi Panjang hanya tersisa sedikit saja. Sekarang daerah Leuwi Panjang lebih dikenal dengan terminalnya. Betapa tidak? Setiap bus atau mungkin kendaraan mobil 3/4 mayoritas singgah di terminal Leuwi Panjang untuk menarik penumpang atau sekedar transit menurunkan penumpang. Bukan hanya terminalnya, Leuwi Panjang juga terkenal karena terdapat banyak sentra jajanan oleh oleh Kota Bandung sepanjang jalannya.
       Sedangkan yang tersisa dari artian Leuwi Panjang mungkin hanya tersisa sedikit saja, itu bisa dilihat dari lebar Leuwi di area tengah JL.Leuwi Panjang yang tersisa tinggal sedikit, dan bahkan keindahannya pun sudah tidak bisa kita rasakan. Hal ini berkaitan dengan kejernihan Leuwi tersebut, sekarang Leuwi tersebut hanya bagian kecil dari ratusan selokan yang ada di wilayah Kota Bandung, dan tergolong kotor.
       Perlu dikaji lebih dalam mengenai asal muasal nama Leuwi Panjang, diperlukan narasumber atau sesepuh dari daerah tersebut untuk mengklarifikasi arti dan makna dari Leuwi Panjang yang sebenarnya.
Kita sebagai warga Bandung tentunya heran atas asal muasal nama jalan atau daerah tersebut. Mungkin orang seperti saya yang masih tergolong remaja akan bertanya-tanya tentang hal ini, bahkan belum tentu kedua orang tua saya pun dapat menjawabnya. Tetapi kita sebagai orang sunda khususnya orang Bandung patut bangga atas daerah-daerah yang berada di sekitar kita, masih banyaknya hal atau asal daerah yang belum terungkap, dan itu semua menjadi pekerjaan rumah kita, apakah kita mau mengungkapnya atau malah memberikan peluang ini kepada bangsa asing seperti yang sudah sudah?
       Tetapi kita dapat berujar, setidaknya "Leuwi Panjang Bukan Khayalan".


Jatinangor, Senin, 26 November 2012
Rizki Sanjaya (Mahasiswa Unpad, Fakultas Ilmu Budaya, Sastra Sunda 2012)

No comments:

Post a Comment